About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

 

 

PERTEMUAN TINGKAT MENTERI BIMP-EAGA KE-20

PUERTO PRINCESA, FILIPINA, 28 – 29 NOVEMBER 2016

 

 

Pertemuan Tingkat Menteri Brunei Darussalam-Indonesia-Malaysia-Philippines East ASEAN Growth Area (BIMP-EAGA) ke-20 yang dilaksanakan pada tanggal 26-29 November 2016 di Puerto Princesa, Palawan, Filipina, membahas mengenai arah dan visi dari kerja sama BIMP-EAGA ke depan yaitu dalam bentuk BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025.  Visi yang diangkat adalah Resilient, Inclusive, Sustainable and Economically competitive (RISE) BIMP-EAGA to narrow development gap.  Untuk mencapai visi ini, maka ditetapkan 3 (tiga) sasaran utama yaitu: i) industri ramah lingkungan, ii) pertanian dan perikanan, dan iii) pariwisata yang merupakan kekuatan utama dalam BIMP-EAGA.

 

Duta Besar Republik Indonesia untuk Filipina, Kepulauan Marshall dan Palau, Johny J. Lumintang mewakili Menko Perekonomian, Darmin Nasution selaku ketua Delegasi RI pada pertemuan ini.  Melengkapi delegasi adalah Raldi Hendro Koestoer, Senior Official (SO) Indonesia, Berlian Napitupulu, Konsul Jenderal RI di Davao, serta pejabat dari Kemenko Perekonomian, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Perhubungan, Kementerian Pertanian, BKPM, PTRI ASEAN, Pemprov. Kalimantan Barat, dan Pemprov. Sulawesi Utara, KBRI Manila dan KJRI Davao.

 

Dubes Johny J. Lumintang mengatakan, “Kerja sama BIMP-EAGA penting sebagai upaya mendorong kemajuan di kawasan sub-regional, terutama konektivitas antar daerah di perbatasan. Proyek-proyek penting untuk mewujudkan hal tersebut yaitu antara lain konektivitas udara melalui pembukaan rute penerbangan, konektivitas laut melalui pelayaran Ro-Ro, konektivitas darat melalui pembangunan jalan atau jembatan, dan termasuk juga interkoneksi listrik antar daerah".

 

BIMP-EAGA Implementation Blueprint 2012-2016 dan BIMP-EAGA Vision 2025

 

Pedoman dalam pelaksanaan kerja sama BIMP-EAGA selama ini adalah BIMP-EAGA Implementation Blueprint (IB) 2012-2016. Berbagai inisiatif telah dilakukan dalam IB seperti dalam bidang agrobisnis, energi, dan infrastruktur.  Beberapa proyek yang telah terimplementasi antara lain Serawak-West Kalimantan Interconnection - kerjasama kelistrikan antara Serawak dan Kalimantan Barat.  Salah satu keberhasilan lainnya adalah proyek padi dan jagung hidbrida di Sulawesi Selatan yang dapat dijadikan unggulan di bidang pertanian yang diharapkan dapat dikembangkan di daerah lainnya.

 

Tahun ini menjadi tahun penting bagi kerjasama BIMP-EAGA, karena IB 2012-2016 akan berakhir pada Desember 2016 dan digantikan oleh BIMP-EAGA Vision (BEV) 2025. Proses penyusunan BEV 2025 dilakukan dengan pendekatan bottom up, melibatkan seluruh pemangku kepentingan, termasuk swasta.

 

Dalam BEV 2025 terdapat List Priority Infrastructure Projects (PIPs) sebanyak 54 proyek dengan nilai USD 23 Milyar.  Proyek yang masuk dalam PIPs terdiri dari 8 (delapan) kategori, yaitu 1) jalan, rel kereta dan jembatan, 2) transportasi darat, 3) pelabuhan udara 4) pelabuhan, 5) kelistrikan, 6) ICT, 7) Fasilitasi perdagangand dan 8) pembangunan daerah urban.

 

Proyek yang terkait dengan Indonesia dalam PIP adalah : Tanjung-Selor Border Road; Pontianak-Entikong Transport Link; Manado- Bitung Link (toll road component); Aruk Passenger Terminal; Entikong international Freight Terminal (Kalimantan Ba, Manado port expansion, Bitung International port expansion);  Nangabadau International Freight Terminal; North Kalimantan-Tawau (Sabah) power grid interconnection; dan Tebedu (Malaysia)-Entikong.

 

Implementasi PIPs terutama di wilayah perbatasan akan memberikan impact yang positif bagi perekonomian wilayah perbatasan, seperti proyek Bitung – General Santos Ro-Ro yang akan menghubungkan Indonesia dengan Filipina, guna meningkatkan ekonomi di wilayah perbatasan khususnya bagi Indonesia.

 

Pertemuan Tingkat Menteri menghasilkan 2 (dua) output penting yakni : i) Endorsement untuk BEV 2025 yang kemudian akan dilaporkan kepada Kepala Negara dalam KTT BIMP-EAGA ke-12 bulan April 2017 di Filipina; ii) Kesepakatan seluruh negara BIMP-EAGA terkait legalisasi sekretariat BIMP-FC.

 

Kerjasama BIMP-EAGA dan IMT-GT mempunyai agenda bersama yang dilaksanakan setiap 2 (dua) tahun sekali yaitu BIMP-EAGA and IMT-GT Trade Expo, Conference and Business Matching.  Pada tanggal 14-16 Oktober 2016, bertempat di Makassar, Sulawesi Selatan, telah dilaksanakan kegiatan Trade Expo yang ke-tiga, yang diresmikan Wakil Presiden RI dan dihadiri oleh Menko Perekonomian RI, Menteri Malaysia, Menteri Filipina dan Duta Besar negara sahabat.  Partisipasi dalam Trade Expo adalah sejumlah 236 booth, pengunjung 10.797 orang yang berasal dari Brunei, Indoensia, Malaysia, Filipina, Thailand, Jepang, Northern Territory, dan nilai transaksi sekitar 28 juta USD.

 

Indonesia juga telah umumkan rencana penyelenggaraan the 21st BIMP-EAGA Ministerial Meeting and Related Meetings pada bulan November 2017 di Provinsi Kalimantan Utara.

   

<<Back

___________________________________________________________________