About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

 

 

Sikap Pemerintah dan Masyarakat Filipina, serta Liputan

Media Cetak Filipina mengenai Krisis Rohingya

Periode 12 hingga 25 September 2017

 

Terdapat 8 (delapan) artikel mengenai Sikap Pemerintah dan Masyarakat Filipina terhadap Krisis Rohingya dan 22 (dua puluh dua) artikel media cetak Filipina yang membahas Krisis Rohingya. Secara umum artikel media cetak Filipina memberitakan sejarah dan perkembangan Krisis Rohingya, termasuk pernyataan Tokoh Budha Dunia Dalai Lama dan sikap Aung San Suu Kyi, menyusul meningkatnya eskalasi kekerasan dan kebrutalan Militer Myanmar.

 

Sikap Pemerintah dan Masyarakat Filipina terhadap Krisis Rohingya diwarnai kritikan pedas Presiden Filipina Rodrigo Duterte terhadap para penggiat HAM, yang mengkritik kebijakannya memerangi gembong narkoba dan membiarkan kejahatan kemanusiaan yang dialami Muslim Rohingya Myanmar.  Duterte juga memuji dan mengapresiasi Rusia dan Cina yang menolak membawa masalah HAM Filipina berkaitan dengan kebijakan memerangi narkoba yang dilakukannya. Disebutkan pula komitmen dan kesediaan pemerintah dan rakyat Filipina untuk menerima dan menampung pengungsi Rohingya dan memberikan suaka dan tempat penampungan sementara.

 

Artikel media lokal pada tanggal 23 hingga 25 September 2017 memberitakan kondisi para pengungsi Rohingya di Cox-Bazaar Bangladesh yang minim pasokan air bersih dan sarana kesehatan, serta fakta medis terjadinya kekerasan seksual dan pemerkosaan terhadap wanita muslim Rohngya oleh militer Myanmar.

 

”Business Mirror ” edisi tanggal 19 September 2017 memuat tulisan kontributor New York Times Hannah Beach berjudul How violance in Myanmar radicalized a new generation of Rohingya mengingatkan potensi ancaman lainnya sebagai tindakan balas dendam atas kebrutalan dan tindakan represif militer Myanmar.

 

Artikel ”Manila Standard” berjudul A History of Persecution: Myanmar’s Rohingya pada tanggal 17 September 2017 mengulas awal keberadaan Muslim Rohingya dan catatan kekerasan mayoritas Budha terhadap minoritas Muslim Rohingya.

 

Tulisan FR Shay Cullen berjudul The Rohingya Persecution yang dimuat media cetak  ”Sunday Times” tanggal 17 September 2017 menyuarakan himbauan kepada komunitas internasional untuk bersatu mencarikan penyelesaian terbaik bagi Krisis Rohingya melalui mekanisme PBB dan mendorong penyaluran bantuan kemanusiaan untuk para korban.

Sementara itu, artikel berjudul The Rohingya Alarm dikutip dari buku ”Left in the Dark Times: A Stand against the New Barbarism” karangan Bernard-Henn Levy dan dimuat Inquirer edisi 23 September 2017 mengingatkan film layar lebar berjudul  The Venerable W, yang menceritakan peran tokoh Budha Myanmar dalam melindungi minoritas muslim di Myanmar. Diskripsi dalam fim tersebut ternyata benar-benar terjadi pada Tragedi Kemanusiaan Rohingya.

<<Back

___________________________________________________________________