About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 

 

 

KUNJUNGAN BENCHMARKING DIKLAT PIM II ANGKATAN VIII

BADIKLATDA JAWA BARAT KE FILIPINA

 

 

Pada tanggal 17 Mei 2016, Duta Besar RI untuk Filipina, Marshall Island dan Palau, Bapak Johny J. Lumintang menerima Courtesy Call dari para peserta Diklat Pimpinan Tingkat II Angkatan VIII dari Badan Diklat Daerah Propinsi Jawa Barat. Rombongan peserta Diklatpim ini terdiri dari 30 orang pejabat dari berbagai instansi Pemerintah Pusat dan Pemerintah Propinsi Jawa Barat serta dari beberapa propinsi lain di Indonesia.

 

Dengan dipimpin oleh Kepala Badiklatda Jawa Barat, Dr. H. Herri Hudaya dan didampingi oleh 5 orang pejabat Badiklatda Jawa Barat, para peserta Diklat berkunjung ke Manila dalam rangka kegiatan benchmarking untuk mempelajari hal-hal yang perlu diteladani di negara lain. Kedatangan para peserta Diklat disambut oleh Dubes RI dan beberapa Home Staff KBRI Manila.

 

Dalam sambutannya kepada para peserta Diklatpim, Dubes RI antara lain menyampaikan harapan agar sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), para peserta dapat menjadi motor penggerak persatuan di Indonesia tanpa membedakan suku, agama, ras maupun ideologi. Lebih lanjut Dubes RI mengharapkan agar kunjungan ke Filipina dapat memberikan  manfaat maksimal bagi para peserta benchmarking untuk tidak hanya mempelajari dan menteladani sejumlah keberhasilan Filipina, tetapi juga menghindari atau tidak mengulangi sejumlah kegagalan Filipina. Selain itu, Dubes RI juga menyarankan agar mulai disosialisasikan penggunaan Bahasa Inggris dalam Diklatpim sebagai bagian dari peningkatan kapasitas pejabat RI.

 

Kepala Badiklatda Jawa Barat dalam sambutan balasannya menyampaikan terima kasih kepada KBRI Manila yang telah membantu memfasilitasi pertemuan dengan instansi-instansi terkait di Filipina. Disampaikan pula bahwa format Diklat yang sekarang ini sedikit berbeda dengan sebelumnya, dimana para peserta diharapkan dapat belajar lebih banyak kepada negara-negara tetangga di ASEAN. Kepala Badiklatda Jabar juga menginformasikan bahwa penggunaan Bahasa Inggris sebagai Bahasa pengantar telah mulai diberlakukan pada hari-hari tertentu di Diklatpim Jawa Barat.

 

Sebagai informasi awal bagi para peserta Diklatpim, Sekretaris I Fungsi Ekonomi KBRI Manila, Erna Herlina, menyampaikan paparan mengenai gambaran umum kondisi politik dan ekonomi Filipina, hubungan bilateral RI-Filipina serta persiapan Filipina menghadapi MEA.

 

Dalam diskusi dan tanya jawab yang berlangsung, para peserta antara lain menanyakan kiat-kiat Pemerintah Filipina dalam mengembangkan sektor industri IT-BPO, menarik investasi asing, mensosialisasikan dan mengharmonisasi peraturan serta sejumlah pertanyaan lain. Acara Courtesy Call ditutup dengan pertukaran cindera mata  dan foto  bersama.

 

<<Back

___________________________________________________________________