About the Embassy |

Consular and Visa Services

| | | |
 
Consular & Visa Services

 

Visa

 

Informasi Paspor RI

 

Consular Services

 

Informasi untuk WNI

 

Lapor Datang/Pulang dan Pengaduan Online

 

Formulir Permohonan/ Application Form

 

Fees

 

Travel Advisory

 


 

INFORMASI PENTING UNTUK WNI DI WILAYAH

AKREDITASI KBRI MANILA

(REPUBLIK FILIPINA, REPUBLIK PALAU DAN REPUBLIK KEPULAUAN MARSHALL)

 

Hotline Pengaduan WNI (only for Indonesian Nationals in the Philippines, Palau and Marshall Island):

1. WNI di Filipina kecuali wilayah kerja KJRI Davao City (Indonesian   

    National in the Philippines):     +63 917 3198470

 

2. WNI di Palau dan Kepulauan Marshall (Indonesian National in Palau and

    Marshall Island):  +63 917 3198167

 

Pengaduan BBM (Only for Indonesian National):

1. Filipina               : 53186489

2. Palau                  : 5317A29D

3. Kep. Marshall     : 5334CBCE

 

 

PASPOR, VISA, PENDAFTARAN DI BIRO IMIGRASI

Pastikan anda telah menandatangani paspor.

 

Simpan fotokopi paspor (halaman identitas dan visa) di keluarga di tanah air dan di rumah.

 

Perhatikan masa berlaku paspor, visa & ACR I-Card (Alien Certificate Registration Identity Card). Apabila masa berlaku paspor dan visa telah berakhir, segera dibuat yang baru.

 

WNI yang berada di Filipina lebih dari 60 (enam puluh) hari diharuskan memeliki ACR I-Card (Alien Certificate Registration Identity Card) yang dikeluarkan oleh Biro Imigrasi Filipina.

 

Apabila paspor hilang segera lapor kepada kantor polisi terdekat dan KBRI.

 

WNI Pemohon paspor harus berada di wilayah akreditasi KBRI Manila.

 

LAPOR DATANG DAN LAPOR PULANG

Berdasarkan UU RI No.23 Tahun 2006 Tentang Administrasi Kependudukan, WNI yang telah pindah dan berstatus menetap di luar negeri wajib melaporkan diri kepada Perwakilan RI di luar negeri, paling lambat 30 hari sejak kedatangan (Pasal 18 ayat 3).

 

WNI yang datang dari luar negeri wajib melaporkan kedatangannya kepada instansi pelaksana paling lambat 14 (empat belas) hari sejak tanggal kedatangan. (Pasal 19 ayat 1).

 

HUKUM SETEMPAT

Hormati hukum negara setempat karena selama berada di negara asing anda berada dibawah yurisdiksi hukum setempat.

 

Hukuman terhadap pelanggaran negara setempat dapat lebih berat daripada hukuman pelanggaran yang sama di Indonesia.

 

Perlindungan dan bantuan hukum yang diberikan oleh KBRI tetap dilakukan dengan menghormati hukum setempat.

 

KESELAMATAN

Simpan alamat, nomor telepon dan fax KBRI.

 

Jangan menerima titipan barang dari orang asing.

 

Periksa terlebih dahulu apabila menerima titipan barang walaupun dari orang yang anda kenal.

 

Hukuman terhadap keterlibatan dalam kasus kepemilikan dan perdagangan obat bius sangat berat dan pelaku dapat dijatuhi penjara seumur hidup dan hukuman denda yang sangat besar.

 

Hindari tmpat-tempat yang rawan tindak kejahatan.

 

Hindari pemakaian pakaian dan perhiasan yang berlibihan.

 

Bawa uang dalam jumlah secukupnya.

 

Lakukan penukaran uang di tempat-tempat resmi.

 

Apabila anda ditangkap atau ditahan oleh aparat hukum setempat, segera minta untuk menghubungi KBRI.

 

Jika terjadi bencana alam, segera hubungi keluarga/saudara/teman bahwa anda selamat. Jika membutuhkan bantuan segera hubungi KBRI.

  

WNI YANG MENIKAH DI LUAR NEGERI

Berdasarkan UU No 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, perkawinan yang dilangsungkan di luar Indonesia antara dua WNI atau seorang WNI dengan WNA adalah sah bilamana dilakukan menurut hukum yang berlaku dimana perkawinan itu dilangsungkan dan bagi WNI tidak melanggar ketentuan Undang-Undang Ini (Pasal 56 ayat 1).

 

Dalam Waktu 1 (satu) tahun setelah suami istri kembali ke wilayah Indonesia, Surat Bukti Perkawinan mereka harus didaftarkan di kantor Pencatatan Perkawinan di tempat tinggal mereka (Pasal 56 ayat 2).

 

Surat nikah yang dikeluarkan oleh Lembaga Pernikahan dimana pasangan itu berada dan melangsungkan pernikahan, dapat dilegalisasi di perwakilan RI.

 

PEMBUATAN AKTE KELAHIRAN

WNI yang putra/putrinya lahir di Manila dihimbau untuk membuat Surat Catatan Kelahiran di KBRI dengan membawa Birth Certificate yang dikeluarkan oleh Civil Registrar General Office of the Philippines.

 

Setelah WNI kembali ke Indonesia, dihimbau untuk mendaftarkan Surat Catatan Kelahiran yang dikeluarkan oleh KBRI Manila di Kantor catatan Sipil di wilayah tempat tinggal untuk mendapatkan akta Kelahiran. 

 

KEWARGANEGARAAN RI

Berdasarkan UU No.12 tahun 2006 Tentang Kewarganegaraan RI, anak yang lahir dari pasangan WNI & WNA pada tanggal atau setelah tanggal 1 Agustus 2006 adalah WNI (Pasal 4).

 

Anak yang berkewarganegaraan ganda, setelah berusia 18(delapan belas) tahun atau sudah kawin harus menyatakan memilih salah satu kewarganegaraannya. Peryataan untuk memilih kewarganegaraan disampaikan paling lambat 3 (tiga) tahun  setelah berusia 18 (delapan belas tahun ayau sudah kawin) (Pasal 6).

 

WNI hilang kewarganegaraannya antara lain karena memperoleh kewarganegaraan lain atas kemauan sendiri; tidak melepaskan kewarganegaraan lain; bertempat tinggal di luar wilayah RI selama lima tahun berturut-turut bukan dalam rangka dinas negara, tanpa alasan yang sah dan dengan sengaja tidak menyatakan keinginannya untuk tetap menjadi WNI sebelum jangka waktu lima tahun berakhir (Pasal 23).

 

Informasi mengenai pembuatan paspor, legalisasi, serta informasi penting lainnya dapat diakses melalui situs KBRI Manila: www.kbrimanila.org.ph

 

 

Manila, 10 Maret 2011

 

 

<<back